Belajar Dari Rumah

Pemanfaatan Portal Rumah Belajar Untuk Belajar Daring dan Luring.

Ikatan Guru Indonesia

Ikatan Guru Indonesia adalah organisasi pendidikan yang beranggotakan guru, dosen, dan pemerhati pendidikan di Indonesia.

Workshop Online Sagusablog Gratis

Kegiatan Workshp Online Satu Guru Satu Blog ini dapat kalian ikuti secara gratis, Kegiatan yang diselenggarakan oleh IGI (Ikatan Guru Indonesia) .

Selasa, 10 Mei 2022

3.1.a.9. Koneksi Antarmateri

1. Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil? Filosofi Pratap Triloka menyatakan tentang Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, yang akan kita bahas koneksinya dengan materi pengambilan keputusan a. Ing Ngarso Sung Tulodo dalam artian Ketika kita menjadi pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan untuk teman sejawat, terutama untuk murid kita, sebagai pemimpin pembelajaran di kelas kita. Sebagai seorang pemimpin di sekolah pastinya akan menghadapi situasi di mana mengambil suatu keputusan yang banyak mengandung dilema secara Etika, dan berkonflik antara nilai-nilai kebajikan universal yang sama-sama benar. Keputusan-keputusan yang diambil di sekolah akan merefleksikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh sekolah tersebut, dan akan menjadi rujukan atau teladan bagi seluruh warga sekolah. maka dalam pengambilan keputusan kita harus mengikuti 9 langkah dalam pengambilan keputusan agar keputusan yang kita ambil bisa memberikan contoh pada murid kita b. Ing Madya Mangun Karsa Ketika kita dalam posisi di tengah harus bisa memberikan semangat , dorongan pada murid untuk membangun karsa karsa merupakan suatu unsur yang tidak terpisahkan dari perilaku manusia. Karsa ini pun berhubungan dengan nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang dianut oleh seseorang, disadari atau pun tidak. Nilai-nilai atau prinsip-prinsip inilah yang mendasari pemikiran seseorang dalam mengambil suatu keputusan yang mengandung unsur dilema etika. Maka kita harus memberikan semangat ataupun dorongan pada murid agar memiliki karsa yang sesuai dengan nilai-nilai atau prinsip dalam pengambilan keputusan c. Tut Wuri Handayani Dibelakang dapat memberikan dorongan kinerja murid dalam mengembangkan potensinya. Koneksi dengan materi pengambilan keputusan, guru memberikan dorongan pada murid dalam mengambil keputusan untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan bakat minatnya 2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan? Dalam pengambilan suatu keputusan, seringkali kita bersinggungan dengan prinsip-prinsip etika. Etika di sini tidak berkaitan dengan preferensi pribadi seseorang, namun merupakan sesuatu yang berlaku secara universal. Seseorang yang memiliki penalaran yang baik, akan menghargai konsep-konsep dan prinsip-prinsip etika yang baik juga. Karena prinsip-prinsip etika sendiri berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati dan disetujui bersama, terlepas dari latar belakang sosial, bahasa, suku bangsa, maupun agama seseorang. Menurut Kidder, 2009 ada tiga prinsip dalam pengambilan keputusan, diantaranya  Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)  Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)  Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking) Perlu diingat bahwa setiap keputusan yang kita ambil akan ada konsekuensi yang mengikutinya, oleh sebab itu setiap keputusan perlu berdasarkan pada rasa tanggung jawab, nilai-nilai kebajikan universal dan berpihak pada murid 3. Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya Pendamping (pengajar Praktik) dan fasilitator memberikan saya wawasan dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan coaching, membuat saya menemukan ide baru atau cara untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam mencapai tujuan yang saya kehendaki dan membantu saya menerapkan coaching pada teman sebaya dalam mengambil keputusannya sendiri berdasarkan Langkah TIRTA 4. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan? Dengan mengelola dan menyadari aspek sosial emosional akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan, dengan Pengenalan emosi dapat membantu baik guru maupun murid dapat merespon terhadap kondisinya sendiri secara lebih tepat, sehingga Ketika ada bujukan moral maupun dilema etika guru bisa mengambil keputusan dengan tepat 5. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik. Beban dan amanah kepemimpinan adalah mengimbangi semua prioritas yang terpenting. Tugas pendidik dalam pendidikan adalah melakukan yang terbaik. Apa yang diinginkan kadang-kadang belum tentu itu yang terbaik. Tapi setidaknya pengambilan keputusan yang dilakukan berdampak pada peningkatan pembelajaran murid dan tetap memegang teguh nilai-nilai kebajikan universal 6. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman Agar pengambilan keputusan tepat dan terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman maka kitab isa menerapkan 9 langkah dalam pengambilan keputusan yaitu mengidentifikasi masalah yang dihadapi dan melakukan pemetaan, Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan, melakukan Pengujian benar atau salah, melakukan Pengujian Paradigma Benar lawan Benar, Melakukan Prinsip Resolusi, Investigasi Opsi Trilema, membuat keputusan, dan melihat lagi Keputusan dan merefleksikan 7. Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda? Dari pengalaman kita bekerja pada institusi pendidikan, kita telah mengetahui bahwa dilema etika adalah hal berat yang harus dihadapi dari waktu ke waktu. Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup, ini Kembali pada 4 paradigma yaitu a. Individu lawan masyarakat (individual vs community) b. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy) c. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty) d, Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term) iya, adanya kesulitan yang saya hadapi adalah a. Sistem yang besar yang memaksa kita untuk tetap tidak bisa melaksanakan keputusan sesuai dengan kebajikan universal b. Belum adanya komitmen warga sekolah dalam melaksanakan keputusan yang telah disepakati 8. Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Iya, pengambilan keputusan yang kita ambil memberikan kebebasan pada murid untuk mengambil keputusan dengan tetap dalam tuntunan kita sebagai pendidik. 9. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya? Pengambilan keputusan yang menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan memberikan teladan bagi murid di masa depan, namun jika keputusan diambil tanpa menerapkan 9 langkah dan tergesa-gesa bisa jadi menghancurkan masa depan murid 10. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya? Kesimpulan yang dapat saya ambil dari koneksi materi modul 3.1.a.9 pengambilan keputusan adalah pengambilan keputusan harus berpihak pada murid dan nilai-nilai kebajikan secara universal

3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Perkenalkan nama saya Shobar Mualimin calon guru penggerak angkatan ke-4 Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan dari SDN 4 Muara Telang. Pada kesempatan ini saya Akan menguraikan tentang Tugas modul 3.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemban suatu tugas adalah Mengambil keputusan yang bertanggung jawab Sebagai pemimpin pembelajaran. Keputusan Dapat menentukan arah Yang berdampak pada mutu pendidikan Wali peserta didik, Simak demonstrasi kontekstual yang akan saya Uraikan berikut ini Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda? Berkaitan dengan materi pengambilan keputusan bertanggung jawab Sebagai pemimpin pembelajaran adalah Saya akan melakukan koordinasi dan konsultasi dengan kepala sekolah Sebagai atasan langsung dan juga pemangku kepentingan Yang berkaitan dengan program-program guru penggerak. Saya akan melakukan program sosialisasi kepada rekan-rekan guru Sejawat Tentang bagaimana Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab Sebagai pemimpin pembelajaran. Saya akan melaksanakan proses Pengambilan keputusan Sebagai pemimpin pembelajaran Kepada saya sendiri terlebih dahulu Di dalam kelas dan tentunya juga pada lingkungan sekitar. Saya akan melaksanakan sosialisasi kepada ada komunitas praktisi Seperti sesama guru, dan KKG. Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran? Menilai dan memahami apakah situasi yang kita hadapi termasuk Dilema etika atau moral Identifikasi jenis Dilema etika tersebut berdasarkan 4 paradigma yaitu individu lawan masyarakat, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan dan jangka pendek lawan jangka panjang. Memilih satu dari tiga prinsip yaitu berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan atau peduli dalam pengambilan keputusan. Menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dalam permasalahan yang dihadapi Keputusan yang diambil Prinsip yang digunakan Nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus ini Yang terlibat dalam situasi ini, Fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut, Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji illegal) Apakah ada pelanggaran peraturan /kode etik profesi dalam kasus tersebut? (uji regulasi) Apakah ada yang salah dalam situasi ini ? (Uji intuisi) Apa yang anda rasakan bila keputusan di publikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman? meminta bantuan rekan sebagai teman diskusi untuk menentukan apakah langkah-langkah yang diambil telah tepat atau efektif ambil pelajaran untuk dijadikan acuan bagi kasus-kasus selanjutnya. Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa. Saya akan memulai menerapkan langkah-langkah tersebut yaitu ketika saya mengalami Dilema etika contohnya ketika ada permasalahan dengan siswa yang kedua menerapkan langkah-langkah tersebut apabila ada teman sejawat yang sedang mengalami kesulitan atau permasalahan tinggal membutuhkan bantuan untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab sebagai pemimpin pembelajaran yang ketiga yaitu Saat ada masalah di sekolah dan yang keempat ketika ada permasalahan pribadi yang membutuhkan pengambilan keputusan yang Adapun rencana yang akan saya lakukan yaitu mulai saat ini saya melakukan perubahan di kelas sehingga menjadi role model bagi rekan-rekan saya di sekolah. Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif. saya meminta petunjuk kepala sekolah sebagai pemegang kebijakan di sekolah. Saya juga akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan rekan sejawat dalam menghadapi situasi dilema. Rekan sejawat juga akan saya libatkan sebagai teman berdiskusi dan bertukar pikiran ketika menghadapi situasi/masalah, karena saya yakin rekan sejawat memiliki pengalaman dalam menyelesaikan masalah. Rekan Calon Guru Penggerak ⟮CGP) di kabupaten Banyuasin juga akan saya libatkan sebagai teman berdiskusi dan bertukar pikiran, karena mereka memiliki pengalaman dan kompetensi melakukan pengambilan keputusan. Dengan melibatkan kepala sekolah, rekan sejawat, dan rekan CGP, saya akan mengetahui apakah langkah-langkah yang saya ambil sudah tepat dan efektif berdasarkan 4 paradigma dilema etika, 3 prinsip penyelesaian dilema, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.